Kamis, 23 April 2009

elegi kehidupan

kuncup kuncup mawar berselimutkan embun
nada lembut mengalun penuh warna
pantulan sinar kehidupan yang termakan zaman

pada setiap symphoni yang mengisi hati
ku bukakan pintu kasih
menjambangi setiap detik kenangan
merasuki setiap sendi kerinduan

akan datang saatnya
bulan kan berhenti mengitari bumi
matahari tak bersahabat lagi
adakah percikan kalbu terlahir
mengaliri sungai kehidupan yang kering
akan hikmah dan syukur padaNYA


" masihkah kau ingat puisi ini...?"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar